Senin, 27 September 2010

KEGIATAN RADIO AMATIR

KEGIATAN RADIO AMATIR  pada dasarnya hanyalah merupakan suatu hobby, tetapi lebih dari itu radio amatir merupakan aktifitas yang positif dan sangat menyenangkan.


Amatir Radio
Seorang yang menjalani kegiatan radio amatir disebut sebagai
Amatir Radio”.
Amatir radio diperkenankan berkomunikasi dengan sesama amatir radio di seluruh dunia. Frekuensi radio yang digunakan adalah frekuensi yang telah dialokasikan secara eksklusif, khusus untuk amatir radio.
Setiap amatir radio harus memiliki izin dari pemerintah negaranya masing-masing, yang diperoleh dengan mengikuti uji kecakapan amatir radio. Maka amatir radio adalah operator radio yang berlisensi dan bersertifikat kecakapan.



KEGIATAN RADIO AMATIR meliputi Uji Coba, Latih diri dan Saling komunikasi, sebagai berikut :


1. Uji Coba di bidang Teknik Radio
pemancar homebrew
Banyak Amatir Radio yang lebih menyukai membuat sendiri stasiun radionya. Misal merakit pemancar radionya sendiri, membuat antenna atau proyek-proyek kelengkapan stasiun radio lainnya. Dalam komunitas amatir radio, perangkat yang dibuat sendiri lazim disebut "homebrew" (diambil dari kata "homebuild").



Onno Purbo YCØMLC dan wajanbolicnya
Tolok ukur yang sangat menonjol dalam Kegiatan Radio Amatir adalah teknologi komunikasinya. Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer yang tumbuh begitu pesat selalu diikuti oleh para amatir radio. Bahkan amatir radio merupakan pioneer dalam merintis kemajuan teknologi tsb. Pada umumnya para ilmuwan, peneliti dan penemu hebat dunia adalah amatir radio.

Sejarah hadirnya internet di Indonesia dimulai ketika Onno W. Purbo (YC1DAV, sekarang YCØMLC) bersama-sama mas Robby Soebiakto (YB1BG) dan Suryono Adisoemarta (N5SNN, sekarang YDØNXX) melakukan uji coba teknologi Packet Radio yang menggunakan protokol AX.25 untuk mengimplementasikan TCP/IP, standar protokol internet yang berlaku saat ini.  Teknologi  tsb kemudian diadopsi oleh rekan-rekan dari ITB, UI, BPPT dan LAPAN, dan bersama-sama membangun IPTEK Net yang terhubung ke dunia global. Inilah yang menjadi cikal bakal jaringan internet di Indonesia.

Bayangkan sejak tahun 1992, amatir radio Indonesia sudah bergabung dalam dunia maya dan bisa saling berkirim email, padahal saat itu belum ada internet provider di Indonesia.



2. Latih diri
Fox Hunting, mencari arah sasaran dengan panduan sinyal radio
Amatir radio selalu berusaha meningkatkan kemampuan dirinya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan Latih diri. Kegiatan yang paling digemari saat ini adalah navigasi radio yang dalam dunia amatir radio dikenal sebagai Fox Hunting, yaitu melacak suatu lokasi berdasarkan panduan sinyal radio. Selain bermanfaat dalam mencari pemancar gelap, navigasi radio sangat penting misalnya dalam mencari lokasi jatuhnya pesawat terbang yang biasanya secara otomatis akan memancarkan sinyal rambu radio (radio beacon). 

Para ilmuwanpun tidak ketinggalan memanfaatkannya, dapat kita lihat di televisi bagaimana peneliti hewan komodo atau anaconda menanamkan pemancar radio mikro ke dalam tubuh hewan tersebut yang kemudian dilepaskan ke habitatnya. Setelah beberapa lama hewan itu dicari kembali dengan panduan sinyal radio untuk diteliti perkembangannya.



Kegiatan lainnya latih diri lainnya yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan sebagai operator radio yang cakap dan tangguh dengan mengikuti berbagai event contest komunikasi nasional dan internasional, yang biasanya dipadukan dengan permainan yang selalu menarik minat amatir radio dari seluruh dunia. Dapat dibayangkan bagaimana ramai dan padatnya frekuensi radio dipenuhi amatir radio dari berbagai penjuru dunia.


Juga tidak kalah menariknya mengikuti kegiatan lain seperti lomba kode morse, teknik radio, seminar dan banyak lagi, yang sangat bermanfaat bagi amatir radio untuk dapat selalu memperoleh nilai tambah.


3. Saling komunikasi
Melalui gelombang radio, seorang amatir radio bergabung dengan masyarakat dunia. Komunikasi radio mampu menembus batas-batas wilayah negara, bahkan mencapai negara di belahan lain bumi. Komunikasi jarak jauh antar negara populer dengan sebutan DX (long distance). Dengan bergabung dalam masyarakat dunia, semakin terbukalah wawasan seorang amatir radio.

Stasiun radio di Kutub Selatan
Berkomunikasi dengan sesama amatir radio dari berbagai negara, ditambah selalu menemukan stasiun-stasiun baru termasuk yang sangat langka, dari negara tetangga sampai negara yang sangat jauh dan terpencil bahkan hingga ke kutub selatan, merupakan pengalaman yang amat berharga dan menyenangkan. 
Belum lagi kalau secara tak terduga kita bertemu dengan selebritis dunia atau pemimpin suatu negara, yang ternyata juga seorang amatir radio.


QSL Card dari Kutub Selatan
Selain itu disinilah para amatir radio dari seluruh dunia dalam berbagai kelompok minat membentuk komunitasnya masing-masing, dimana mereka dengan mudah dapat selalu berkomunikasi saling bertukar pikiran, pengalaman dan informasi yang sangat penting dan berharga.


Seorang amatir radio yang berpengalaman akan mampu memprediksi sifat gelombang dan propagasi radio, antara perbedaan waktu siang dan malam di berbagai belahan dunia, sehingga dia dapat mengatur kapan saat-saat yang terbaik untuk berkomunikasi dengan suatu negara.


Hobby Filateli Amatir Radio
Dari setiap komunikasi yang terjadi, antara amatir radio akan saling mengirimkan kartu konfirmasi yang disebut QSL card. Disini muncul hobi tambahan yaitu mengkoleksi QSL Card, disamping juga filateli.